Rayakan Milad RI ke-65
Samarinda | www.pta-samarinda.net [17/08/2010]
Hari ini Indonesia genap berusia 65 tahun sejak ditetapkannya hari kemerdekaan Indonesia sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2010. Seremonial pengibaran sang saka Merah Putih merupakan tradisi dan salah satu wujud bentuk penghargaan anak bangsa terhadap negerinya sekaligus dalam rangka mengenang dan menapak tilas perjuangan para pendahulu bangsa yang telah dengan susah payah merebut kemerdekaan dari tangan kolonialis penjajah.
Di pagi yang sedikit berawan, gabungan pegawai PTA dan PA Samarinda melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih di bawah komando sang Komandan Upacara yang dalam hal diemban oleh Drs. Hairil Anwar, M.H. (Panitera Muda Banding PTA Samarinda). Sementara Inspektur Upacara dipimpin langsung oleh Ketua PTA Samarinda, Drs. Yasmidi, S.H. Petugas pengibar sang saka Merah Putih dipercayakan kepada Siska Agustina Listianingsih, Susianti, dan Kartika Cahya Robiyulina. Ketiganya merupakan Pegawai PA Samarinda. Pembacaan Teks Proklamasi dibacakan oleh Drs. H. Aridi, S.H. (Ketua PA Samarinda), Teks Pembukaan UUD 1945 dibacakan oleh Faidil Anwar dari PA Samarinda dan Do’a dipimpin oleh Drs. Kamsin, S.H. (Hakim PA Samarinda).
Ketua PTA Samarinda :
“ Saya adalah salah satu dari Saudara, Bukan Yang Terbaik diantara Saudara”
Samarinda | www.pta-samarinda.net [16/08/2010]
Pada Ia adalah sasaran pandangan Illahi, Ia merupakan wadah rebutan diantara Malaikat dan Setan, Masing-masing ingin mengisi, Malaikat dengan hidayah, setan dengan kekufuran dan kemaksiatan,
Sukarnya merawat hati, Bila dipuji ia berbunga terasa luar biasa, Bila dicaci aduh sakitnya, pencaci dibenci bahkan dendam sampai mati, Bila berilmu atau kaya, sombong menyesak dada, Jika miskin atau kurang ilmu, Rendah hati pula dengan manusia,
Adakalanya kecewa, puncaknya putus asa, Taqdir yang menimpa sulit untuk rela, Ujian yang datang sabar tiada, jiwa menderita, Kelebihan orang lain, hati tersiksa, Kesusahan orang lain, hati gembira, menghina Menegur orang suka, ditegur hati luka,
Aduhai susahnya merawat hati, Pantaslah ia digelar raja diri, Hati-hatilah dengan hati, Membangun insan sejati ....!