Tuada Uldilag dan Dirjen Badilag Menelusuri Pantai Utara Kalimantan Timur
Tuada Uldilag, Dirjen Badilag, WPTA Samarinda, KPA Tarakan dan rombongan didepan lokasi tanah rencana Pengadilan Agama Nunukan
Dua orang pejabat Mahkamah Agung ini yaitu Bpk H. Andi Syamsu Alam (Tuada Uldilag) dan H. Wahyu Widyana (Dirjen Badilag) memang tidak mengenal lelah, setelah sehari sebelumnya 23 Juni 2010 mengadakan pembinaan untuk PA-PA se kalimantan Timur di Tarakan, kesesokan harinya melakukan perjalanan disepanjang pantai Utara kalimantan Timur di Perairan sekitar Ambalat dari Tarakan menunju Kabupaten Nunukan, tujuan utama mampir di Kabupaten Nunukan adalah untuk melihat dan menyaksikan langsung kesiapan prasarana pembangunan fisik Pengadilan Agama Nunukan, sasaran pertama adalah melihat lokasi tanah yang telah disiapkan untuk pembangunan Pengadilan Agama Nunukan;
Bantuan Kendaraan untuk Menunjang Operasional dan Pelayanan
Tanjung Selor I www.pa-tanjungselor.net [08/07/2010]
Untuk lebih mendukung dan memperlancar operasional sidang keliling Pengadilan Agama Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan serta program dari Pemerintah Kabupaten Bulungan tentang pemberian bantuan hukum bagi masyarakat yang berdomisili di luar kecamatan Tanjung Selor dan sekitarnya tepat pukul 09.00 Wita tanggal 8 Juli 2010 telah diserahkan bantuan operasional berupa 1 (satu) unit kendaraan Roda 4 (Mobil) merk Toyota Type Avanza S M/T dengan warna Silver Metalik tahun pembuatan 2010 dalam kondisi baru dan lengkap.
PENGURUS DHARMAYUKTI KARINI TARAKAN HARUS BERGAIRAH
Tarakan | www.pa-tarakan.net [08/07/2010]
KPA Tarakan dan KPN Tarakan beserta Pengurus yang baru dilantik
Pada tanggal 06 juli 2010 bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Tarakan telah dilaksanakan Pelantikan Pengurus Dharmayukti Karini Cabang Tarakan Masa Bhakti 2009-2010 yang dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Tarakan Drs. Mulawarman, SH, Ketua Pengadilan Negeri Nyoman Sumaneja, SH, M.Hum, Pengurus serta Anggota Dharmayukti Karini Cabang Tarakan.
Pada Ia adalah sasaran pandangan Illahi, Ia merupakan wadah rebutan diantara Malaikat dan Setan, Masing-masing ingin mengisi, Malaikat dengan hidayah, setan dengan kekufuran dan kemaksiatan,
Sukarnya merawat hati, Bila dipuji ia berbunga terasa luar biasa, Bila dicaci aduh sakitnya, pencaci dibenci bahkan dendam sampai mati, Bila berilmu atau kaya, sombong menyesak dada, Jika miskin atau kurang ilmu, Rendah hati pula dengan manusia,
Adakalanya kecewa, puncaknya putus asa, Taqdir yang menimpa sulit untuk rela, Ujian yang datang sabar tiada, jiwa menderita, Kelebihan orang lain, hati tersiksa, Kesusahan orang lain, hati gembira, menghina Menegur orang suka, ditegur hati luka,
Aduhai susahnya merawat hati, Pantaslah ia digelar raja diri, Hati-hatilah dengan hati, Membangun insan sejati ....!