Diskusi Menyongsong RAKERNAS
Tenggarong | www.pa-tenggarong.com [27/7/2010]
Berdasarkan surat edaran dari Pengadilan Tinggi Agama Samarinda Nomor : W17-A/863/OT.01.1/VII/2010 perihal “Permintaan Bahan-bahan Rapat Kerja Nasional” sebagai tindak lanjut surat dari Mahkamah Agung RI Nomor : 02/SC-RAKERNAS/2010 tanggal 12 Juli 2010 yang ditujukan kepada seluruh Ketua Pengadilan Agama Se-Kalimantan Timur, maka pada Selasa (27/7) diruang pertemuan PA Tenggarong digelarlah diskusi untuk menyiapkan bahan-bahan Rapat Kerja Nasional guna memenuhi maksud surat edaran tersebut diatas, rapat dimulai tepat pada pukul 09.00 Wita ini dipimpin lansung oleh KPA Tenggarong dan dihadiri oleh para hakim dan seluruh jajaran kepaniteraan.
Rapat Koordinasi PTA Samarinda
Samarinda | www.pta-samarinda.net [28/07/2010]
Samarinda [28/07], mulai pukul 09.00 WITA bertempat di Aula Lantai II Kantor PTA Samarinda, telah berlangsung Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PTA Samarinda, Drs. H. Ismail Ibrahim, S.H, M.H. dengan didampingi oleh Panitera/Sekretaris, Drs. H. Sugian Noor, S.H. sebagai moderatornya. Agenda rapat kali ini membahas beberapa topik antara lain :
Tenggarong | www.pa-tenggarong.com [26/07/2010]
Senin (26/07), bertempat di ruang mediasi Pengadilan Agama Tenggarong digelar rapat penyampaian hasil temuan KPA Tenggarong, sejumlah 91 perkara tahun 2009 yang belum diarsipkan telah ditemukan KPA dan sampai saat ini masih ditangan Panitera Pengganti. KPA Tenggarong meminta penjelasan dari masing-masing Panitera Pengganti terkait keterlambatan perkara yang belum diarsipkan tersebut, kesulitan dan hambatan apa yang dihadapi sehingga terlambat menyetorkan perkara ke Panitera Muda Hukum, “Ini adalah bagian dari pengawasan melekat” ujar KPA Tenggarong pada Laili Wahyu Asmarani, A.Md reporter pa-tenggarong.com.
Pada Ia adalah sasaran pandangan Illahi, Ia merupakan wadah rebutan diantara Malaikat dan Setan, Masing-masing ingin mengisi, Malaikat dengan hidayah, setan dengan kekufuran dan kemaksiatan,
Sukarnya merawat hati, Bila dipuji ia berbunga terasa luar biasa, Bila dicaci aduh sakitnya, pencaci dibenci bahkan dendam sampai mati, Bila berilmu atau kaya, sombong menyesak dada, Jika miskin atau kurang ilmu, Rendah hati pula dengan manusia,
Adakalanya kecewa, puncaknya putus asa, Taqdir yang menimpa sulit untuk rela, Ujian yang datang sabar tiada, jiwa menderita, Kelebihan orang lain, hati tersiksa, Kesusahan orang lain, hati gembira, menghina Menegur orang suka, ditegur hati luka,
Aduhai susahnya merawat hati, Pantaslah ia digelar raja diri, Hati-hatilah dengan hati, Membangun insan sejati ....!