Menuju Masa Depan Yang Mandiri, Berwibawa & Menjaga Citra
Musyawarah cabang yang mengambil tema “Musyawarah cabang III Dharmayukti Karini Menuju Masa Depan Yang Mandiri Berwibawa dan Menjaga Citra” telah menyusun struktur Organisasi pengurus cabang Dhamayukti Karini preode 2009-2012, sebagai ketua NY Endang Burhanuddin( istri ketua PN Tanjung Redeb), sedangkan Ny Iskandar (Istri ketua PA Tanjung Redeb) sebagai wakil ketua I yang Membawahi seksi organisasi dan seksi Pendidikan. Dan Ny Hari Nawan sebagai wakil ketua II yang membawahi seksi Ekonomi dan Sosial Budaya.
Setiap anggota juga diharuskan untuk dapat memupuk adanya rasa tidak saling mencelah,tidak saling menjelekkan antara yang satu dengan yang lain. serta kita juga diwajibkan untuk memupuk diri kita sendiri adanya rasa tidak sombong,rendah hati,saling menghargai antara anggotanya. Serta dapat pula menjaga harkat martabat dalam berorganisasi. Untuk itu kita perlu lebih mempertajam kemampuan dan lebih tajam menganalisa,memecahkan berbagai masalah yang timbul karena berbagai aspek yakni kehidupan akan berubah dengan cepat karena dipacu dengan era teknologi yang berkembang pesat. Hal ini dimaksudkan bahwa untuk mencapai potensi yang ada dalam anggota merupakan modal yang efektif untuk mencapai Visi dan Misi dalam berorganisasi.dan berperan aktif dalam mendiskusikan berbagai materi untuk mencapai pembahasan yang maksimal.”tandasnya (Ny.Iskandar Istri Ketua PA Tanjung Redeb sebagai wakil ketua yang membawahi seksi Organisasi dan Pendidikan)
Di akhir acara peringatan Musyawarah cabang III Dharmayukti Karini ditutup dengan saling berjabat tangan dan di akhiri dengan makan bersama.
Pada Ia adalah sasaran pandangan Illahi, Ia merupakan wadah rebutan diantara Malaikat dan Setan, Masing-masing ingin mengisi, Malaikat dengan hidayah, setan dengan kekufuran dan kemaksiatan,
Sukarnya merawat hati, Bila dipuji ia berbunga terasa luar biasa, Bila dicaci aduh sakitnya, pencaci dibenci bahkan dendam sampai mati, Bila berilmu atau kaya, sombong menyesak dada, Jika miskin atau kurang ilmu, Rendah hati pula dengan manusia,
Adakalanya kecewa, puncaknya putus asa, Taqdir yang menimpa sulit untuk rela, Ujian yang datang sabar tiada, jiwa menderita, Kelebihan orang lain, hati tersiksa, Kesusahan orang lain, hati gembira, menghina Menegur orang suka, ditegur hati luka,
Aduhai susahnya merawat hati, Pantaslah ia digelar raja diri, Hati-hatilah dengan hati, Membangun insan sejati ....!