Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke - 65, " Semoga dengan semakin matangnya usiamu, Puncak kejayaanmu akan segera terwujud wahai Negeriku "
Main Menu
Home
Visi dan Misi
Organisasi
Peta Yurisdiksi
Kumpulan Peraturan
Yurisprudensi
Berita
Artikel
Buku Tamu
Mutiara Hikmah
Gallery
Kepaniteraan
Panmud Hukum
Panmud Banding
Publikasi Putusan
Jadwal Sidang
Info Perkara
Statistik Perkara
Biaya Perkara Banding
Kesekretariatan
Data Pegawai
Sub Bagian Kepegawaian
Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Umum
Tenaga Fungsional
Transparansi Anggaran
Prosedur Berperkara
Tingkat Pertama
Tingkat Banding
Kasasi
Peninjauan Kembali
UAPPAW/UAPPBW
UAPPAW
UAPPBW
Email
Cek Email
Link PA se Kaltim
 

 

 


 




 
admin YM
Info Hukum Terkini :

Tuesday, 07 September 2010
Home
Info Terbaru
 
Transparansi Intern PDF Cetak E-mail
Kamis, 04 Februari 2010

SOSIALISASI DIPA 2010 DAN EVALUASI DIPA 2009

 

Samarinda | www.pta-samarinda.net

 

Dalam rangka upaya transparansi secara intern dalam lingkungan sendiri, PTA Samarinda mengadakan sosialisasi rencana realisasi DIPA tahun anggaran 2010 dan evaluasi realisasi anggaran tahun 2009 untuk Pengadilan Tinggi Agama Samarinda dan Pengadilan Agama se-Kalimantan Timur. Realisasi anggaran meliputi 3 jenis belanja yakni belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal.

Active Image
(dari kiri-kanan : H. Murtaji, SE, SH (Wasek dan PPK), H. Sugian Noor, SH (Pansek),
Drs. H. Idris Mahmudy, SH.,MH (Ketua) dan Drs. H. Muslimin Simar, SH.,MH (Wakil Ketua))

 

”Siap tidak siap kita harus menghabiskan anggaran tersebut sehingga tidak ada dana yang harus dikembalikan ke kas Negara”, pesan Ketua PTA Samarinda dalam sambutannya saat membuka acara sosialisasi yang digelar pada Selasa, 02 Februari 2010 selepas shalat zuhur di aula lantai II Kantor PTA Samarinda bersama para Hakim Tinggi, Pejabat Kepaniteraan, dan Pejabat Kesekretariatan.

Active Image
(Para Hakim Tinggi, Pejabat Kepaniteraan dan Pejabat Kesekretariatan
sedang menyimak pemaparan realisasi anggaran tahun 2010)

Ketua PTA Samarinda sebagai Pembina mengarahkan agar hal-hal yang sudah baku seperti belanja pegawai, belanja langganan daya dan jasa tidak perlu dibahas lagi. Lebih lanjut beliau berpesan anggaran DIPA tahun 2010 ini betul-betul dijaga dalam arti alokasi realisasinya harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada. Kepada para hakim tinggi pengawas bahkan seluruh pegawai PTA Samarinda diharapkan agar selalu memonitor dan mengontrol pelaksanaan anggaran ini hingga tahun anggaran berakhir.

Dalam acara tersebut, Wakil Sekretaris sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memaparkan realisasi anggaran tahun 2009 untuk PTA Samarinda dan seluruh PA se-Kalimantan Timur sebagai bahan evaluasi dan pengawasan Hatiwasda ke daerah. Selain  itu dipaparkan juga rencana realisasi anggaran DIPA tahun anggaran 2010, sebagai bahan untuk prediksi kebutuhan prioritas apa yang harus dipenuhi, menginventarisir dari seluruh ruangan dan mengambil langkah-langkahnya sesuai dana yang ada dalam anggaran DIPA 2010 tersebut.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Mahmkamah Agung RI
Pembaruan Peradilan
Direktori Putusan
Badan Peradilan Umum
Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara
Badan Diklat Hukum dan Peradilan MARI
PTA'S Judgment Asian LII
RKA-KL Online MARI
SAI Online MARI
SIKEP Online MARI
Laporan Keuangan Perkara via SMS
 
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini5
mod_vvisit_counterKemarin191
mod_vvisit_counterMinggu Ini196
mod_vvisit_counterBulan Ini920
Who's Online
Saat ini ada 6 tamu online
Syndicate
Kegiatan PA se-Kaltim
SUSAHNYA MERAWAT HATI
Oleh : Drs. H. Idris Mahmudy, S.H, M.H.

Pada Ia adalah sasaran pandangan Illahi,
Ia merupakan wadah rebutan diantara Malaikat dan Setan,
Masing-masing ingin mengisi,
Malaikat dengan hidayah, setan dengan kekufuran dan kemaksiatan,

Sukarnya merawat hati,
Bila dipuji ia berbunga terasa luar biasa,
Bila dicaci aduh sakitnya, pencaci dibenci bahkan dendam sampai mati,
Bila berilmu atau kaya, sombong menyesak dada,
Jika miskin atau kurang ilmu,
Rendah hati pula dengan manusia,

Adakalanya kecewa, puncaknya putus asa, Taqdir yang menimpa sulit untuk rela,
Ujian yang datang sabar tiada, jiwa menderita,
Kelebihan orang lain, hati tersiksa,
Kesusahan orang lain, hati gembira, menghina
Menegur orang suka, ditegur hati luka,

Aduhai susahnya merawat hati,
Pantaslah ia digelar raja diri,
Hati-hatilah dengan hati,
Membangun insan sejati ....!

Advertisement