Segenap Keluarga Besar PTA Samarinda dan Pengadilan Agama se-Kalimantan Timur, mengucapkan Selamat Jalan kepada Ketua PTA Samarinda Purnabakti [Bapak Drs. Syamsul Falah, S.H, M.Hum], selamat mengabdi kembali kepada masyarakat, terima kasih atas segala bimbingannya, pengabdian Bapak selama ini semoga menjadi amal sholeh dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Amin...."
LAYANAN PENGADUAN
Anda Dengar, Lihat, atau Duga KKN ...!
 
Adukan saja ke :
 
0541-733337 Ext. 102
atau email ke :
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Pengaduan
Terjemahan
 


Main Menu
Home
Profil
Visi dan Misi
Alamat Satker
Peta Yurisdiksi
Kumpulan Peraturan
Berita
Artikel
Mutiara Hikmah
Gallery
Buku Tamu
Info Pelelangan PTA Samarinda
LPSE Kalimantan Timur


Profil Pegawai
Pimpinan
Hakim Tinggi
Pejabat Fungsional
Pejabat Struktural
Karyawan/Karyawati
Struktur Organisasi
LHKPN
Transparansi Perkara
Biaya Perkara Banding
Info Perkara
Jadwal Sidang
Direktori Putusan
Statistik Perkara
Sub Panmud Hukum
Sub Panmud Banding
Laporan Keuangan Perkara
Kesekretariatan
Sub Bagian Kepegawaian
Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Umum
Transparansi Anggaran
Laporan Keuangan
Prosedur Berperkara
Tingkat Pertama
Tingkat Banding
Kasasi
Peninjauan Kembali
Pedoman Perilaku Hakim
UAPPAW/UAPPBW
UAPPAW
UAPPBW
Email
Cek Email
Link PA Se-Kaltim

Pengadilan Agama Tenggarong

banner laptah.jpg
banner_lakip.jpg

 Keadaan Perkara Banding

Bulan MEI 2014

sisa Feb 17
masuk 1
jumlah 18
putus 4
sisa akhir
14

selengkapnya klik disini


  

Waktu sholat untuk Samarinda, Indonesia. Widget Jadwal Sholat oleh Alhabib.
Dapatkan Widget Jadwal Sholat!
Admin YM
Hernawan
Status YM
Risni Fitria
Status YM

Info Hukum Terkini :


Monday, 28 July 2014
Home arrow Profil
Info Terbaru

Profil
Sejarah PTA Samarinda PDF Cetak E-mail
Rabu, 20 Juli 2011

SEJARAH TERBENTUKNYA

PENGADILAN TINGGI AGAMA SAMARINDA 

        Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, pembentukannya bermula dari Peraturan Pemerintah Nomor : 45 Tahun 1957, tanggal 5 Oktober 1957 tentang Pembentukan Pengadilan Agama / Mahkamah Islam dan Pengadilan Agama/ Mahkamah Islam Provinsi (PAMAP) di wilayah Indonesia selain Jawa Madura dan sebagian Kalimantan.

          Dengan Surat keputusan Menteri Agama Nomor : 4 Tahun 1958, tanggal    6 Maret 1958 didirikan Pengadilan Agama Mahkamah Syar’iyah Provinsi (PAMAP) yang secara resmi diresmikan sejak tanggal 1 Juli 1958 dan berkedudukan di Banjarmasin.

          Penempatan kedudukan PAMAP di Banjarmasin didasarkan bahwa Banjarmasin adalah Ibukota Provinsi Kalimantan pada tahun 1950 ketika Indonesia kembali menjadi negara kesatuan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 12 Tahun 1981, tanggal 22 Pebruari 1981 ditetapkan pemindahan kedudukan dari Banjarmasin ke Samarinda dan sebagai realisasi dari pelaksanaan keputusan Menteri Agama tersebut, tanggal 1 September 1981 pemindahan karyawan dilaksanakan.

Pada tahun 1982 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor : 76 Tahun 1983 dibentuklah Mahkamah Syar’iah Propinsi baru di Samarinda Kalimantan Timur yang kemudian sebutannya berubah menjadi Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Samarinda  pada saat itu meliputi wilayah hukum Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kabupaten Kota Baru di Kalimantan Selatan.  

Pada tahun 1992 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor : 95 Tahun 1982, tanggal 28 Oktober 1982 dibentuklah Pengadilan Tinggi Agama cabang Pontianak yang selanjutnya disusul dengan penyerahan wilayah Propinsi Kalimantan Barat ke Pengadilan Tinggi Agama Pontianak pada tanggal 14 Maret 1984. Dua tahun berikutnya  pada tahun 1986 dibentuk cabang Pengadilan Tinggi Agama Palangkaraya berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor : 207 Tahun 1986 dengan wilayah hukumnya berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 1987 meliputi wilayah hukum Propinsi Kalimantan Tengah. Sejak penyerahan wilayah hukum tersebut, wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Samarinda hanya meliputi wilayah hukum Propinsi Kalimantan  Timur, setelah Kota Baru yang semula adalah wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Samarinda dipindahkan ke wilayah Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin.

Pada tahun 1984, tepatnya tanggal 18 Januari 1984 berkenaan dengan tanggal 14 Rabi’ul Akhir 1404 H. Oleh Menteri Agama RI, Bapak H. Munawir Sazali, gedung Pengadilan Tinggi Agama Samarinda diresmikan pengaoperasiannya. Wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Samarinda  sebelum diundangkannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Undang-undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, wilayah hukum Provinsi Kalimantan Timur ketika itu meliputi Kabupaten Daerah Tk. II Kutai, Kabupaten Daerah Tk. II Bulungan, Kabupaten Daerah Tk. II Berau, Kabupaten Daerah Tk. II Pasir, Kotamadya Daerah Tingkat II Samarinda, Kotamadya Daerah Tingkat II Balikpapan, dan Kotamadya Daerah Tingkat II Tarakan.    

TUJUAN

1.  Meningkatkan kemampuan dan Kinerja Pengadilan agar lebih efektif dan efisien;

2.  Meningkatkan Akutabilitas dan Teransparansi Peradilan;

3.  Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Peradilan.

 

SASARAN YANG INGIN DICAPAI

 

1.  Menyelenggarakan kekuasaan Kehakiman Yang mandiri, berwibawa dan tidak memihak

2.  Meningkatkan profesionalisme dan pelayanan lembaga Peradilan kepada masyarakat dan

     pencari keadilan

3.  Menyelenggarakan pengorganisasian Peradilan Agama.

4.  Meninkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.

 
Mahkamah Agung RI
Pembaruan Peradilan
Direktori Putusan
Badan Peradilan Umum
Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara
Badan Diklat Hukum dan Peradilan MARI
PTA'S Judgment Asian LII
SIKEP Online MARI

Kepaniteraan MA-RI
Laporan Keuangan Perkara via SMS Gateway
Putusan MA RI

Info Perkara Online
Komdanas MARI

JDIH MA-RI
jdih.gif

JDIH
jdih2.jpg

Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini164
mod_vvisit_counterKemarin300
mod_vvisit_counterMinggu Ini164
mod_vvisit_counterBulan Ini11848
Kegiatan PA se-Kaltim

Apel Pagi PA Tarakan [17/02/2014]

SUSAHNYA MERAWAT HATI
Oleh : Drs. H. Idris Mahmudy, S.H, M.H.

Pada Ia adalah sasaran pandangan Illahi,
Ia merupakan wadah rebutan diantara Malaikat dan Setan,
Masing-masing ingin mengisi,
Malaikat dengan hidayah, setan dengan kekufuran dan kemaksiatan,

Sukarnya merawat hati,
Bila dipuji ia berbunga terasa luar biasa,
Bila dicaci aduh sakitnya, pencaci dibenci bahkan dendam sampai mati,
Bila berilmu atau kaya, sombong menyesak dada,
Jika miskin atau kurang ilmu,
Rendah hati pula dengan manusia,

Adakalanya kecewa, puncaknya putus asa, Taqdir yang menimpa sulit untuk rela,
Ujian yang datang sabar tiada, jiwa menderita,
Kelebihan orang lain, hati tersiksa,
Kesusahan orang lain, hati gembira, menghina
Menegur orang suka, ditegur hati luka,

Aduhai susahnya merawat hati,
Pantaslah ia digelar raja diri,
Hati-hatilah dengan hati,
Membangun insan sejati ....!

Advertisement