SISTEMATIKA PENULISAN PADA PUTUSAN BANDING
Samarinda | www.pta-samarinda.net
Selasa (31/08), tepat pukul 09.00 Wita bertempat di Aula Lantai II Pengadilan Tinggi Agama Samarinda dimulai acara rapat orientasi bagi para hakim tinggi, khususnya hakim tinggi yang baru saja dilantik. Karena kebanyakan dari mereka berasal dari Ketua Pengadilan Agama, yang sebelumnya belum pernah menjabat sebagai hakim tinggi. Jadi perlu kiranya semacam bimbingan atau orientasi untuk kelancaran dalam persidangan nantinya dan dalam pembuatan putusan.
“ BERBUKA PUASA SAMBIL BERNOSTALGIA”
Balikpapan | www.pa-balikpapan.net [26/08/2010]
Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1431 H bertempat di Aula pertemuan pada hari Kamis, (26/08), Pengadilan Agama Balikpapan menggelar kegiatan buka puasa bersama. Kegiatan yang selalu rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadhan ini dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda Drs. H. Yasmidi, S.H beserta Ibu, Ketua Pengadilan Agama Balikpapan H. Helminizami, S.H.,M.H beserta Ibu, para undangan dan juga tidak ketinggalan keluarga besar Pengadilan Agama Balikpapan.
Ketua PTA Samarinda :
“Jangan Mempersulit Diri dan Menyulitkan Orang Lain“
Samarinda | www.pta-samarinda.net [27/08/2010]
Suasana Ramadhan dan kondisi lemahnya orang berpuasa, tidak menyurutkan langkah PTA Samarinda untuk menggelar beberapa rangkaian kegiatan. Puasa tidak menjadi alasan bagi PTA Samarinda untuk bermalas-malasan dalam bekerja dan berkarya sebagai abdi negara. Sehari penuh PTA Samarinda melaksanakan beberapa rangkaian acara dimulai dengan acara pelantikan Hakim Tinggi, Rapat Koordinasi sekaligus perkenalan Ketua PTA Samarinda dengan para Ketua PA se-Kalimantan Timur, dan diakhiri dengan Acara Buka Puasa bersama yang dilanjutkan dengan Shalat Isya dan Tarawih berjama’ah.
Pada Ia adalah sasaran pandangan Illahi, Ia merupakan wadah rebutan diantara Malaikat dan Setan, Masing-masing ingin mengisi, Malaikat dengan hidayah, setan dengan kekufuran dan kemaksiatan,
Sukarnya merawat hati, Bila dipuji ia berbunga terasa luar biasa, Bila dicaci aduh sakitnya, pencaci dibenci bahkan dendam sampai mati, Bila berilmu atau kaya, sombong menyesak dada, Jika miskin atau kurang ilmu, Rendah hati pula dengan manusia,
Adakalanya kecewa, puncaknya putus asa, Taqdir yang menimpa sulit untuk rela, Ujian yang datang sabar tiada, jiwa menderita, Kelebihan orang lain, hati tersiksa, Kesusahan orang lain, hati gembira, menghina Menegur orang suka, ditegur hati luka,
Aduhai susahnya merawat hati, Pantaslah ia digelar raja diri, Hati-hatilah dengan hati, Membangun insan sejati ....!